Oleh : Shohib Al Halim
Sebagai warga Kabupaten Grobogan sungguh sangat prihatin atas situasi epidemi HIV/AIDS saat ini. Dari tahun ke tahun pertumbuhan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) selalu terus meningkat secara signifikan. Sejak ditemukanya kasus ODHA di Kabupaten ini tahun 2002 pertumbuhanya boleh dibilang mencengangkan. Data ODHA yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan mengalami puncaknya pada tahun 2010, yaitu mencapai 47 orang. Jumlah total sampai tahun 2012 penderita Human Immunodeviciency Virus dan Acquired Immunodeviciency Syndrome mencapai 181 orang. Jumlah tersebut yang telah meninggal 49 penderita. Yang lebih mengejutkan, penderita penyakit yang baru ditemukan tahun 1959 di daratan Afrika ini didominasi usia produktif, yaitu usia 21- 30 Tahun 20,2% dan 31-40 Tahun 33,3%.
Upaya Pencegahan
Upaya pencegahan penyakit yang mematikan ini tentu sudah dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten Grobogan melalui KPAD (Komisi Penanggulangan Aids Daerah) bekerjasama dengan kalangan LSM dan kelompok masyarakat peduli Aids. yaitu dengan cara sosialisasi ke berbagai kecamatan dan Sekolah-sekolah. Bagi si penderita juga sudah diupayakan obat antiretroviral (ARV) secara berkala walaupun sifatnya hanya memperlambat perkembanagan virus dalam tubuh, tidak mengobati. Karena penyakit ini sampai sekarang memang belum ditemukan obatnya.
Menyediakan VCT
Penyakit HIV/AIDS tidak seperti penyakit kronis lainya, selain penyakit ini awalnya disebabkan karena hubungan seksual yang tidak sehat (berganti-ganti pasangan dan homoseksual) dan penyalah gunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif), tentu membuat setiap orang akan riskan dan malu untuk memeriksakan diri. Karena stigma masyarakat dengan penyakit yang satu ini amat kuat, karena penyakit HIV/AIDS masih dianggap sebagai penyakit kutukan yang perlu dijahui. Menurut hemat penulis, sebaiknya pemerintah menyediakan pelayanan atau klinik VCT/ Voluntary Consulting Test (Konsultasi dan pemeriksaan secara sukarela), tidak hanya di Rumah Sakit namun juga disetiap Puskesmas yang ada , dengan tujuan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi, konsultasi serta pemeriksaan secara mudah, namun tetap menjaga privasi pasien.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar